Ada beberapa hal yang sebaiknya seorang penderita diabetes menyegerakan berbuka puasa:
"Dalam kondisi tertentu jika si pasien memaksakan kehendak untuk tetap melanjutkan puasa, bukan tidak mungkin akan mempertaruhkan nyawanya," dr Em Yunir menjelaskan.
Saat menjalankan ibadah puasa, seorang penyandang diabetes harus rutin melakukan cek kadar gula darah untuk mengetahui apakah kondisi tubuhnya masih memungkinkan untuk melanjutkan berpuasa hingga maghrib atau tidak.
"Jika setelah melakukan cek gula darah kemudian diketahui gula darahnya berada di bawah 70 mg/dL, maka pasti ia akan merasa lemas, berkunang-kunang, dan keringat dingin. Dalam kondisi ini ia harus segera berbuka puasa. Jika tetap memaksa melanjutkan, bukan tidak mungkin bisa membahayakan nyawanya."
Begitu juga sebaliknya, jika kondisi gula darahnya sudah meningkat, yaitu berada di atas 300 mg/dL, maka pasien juga harus segera berbuka puasa. Jika setengah jam menjelang berbuka puasa gula darahnya berada di bawah 70 mg/dL atau di atas 300 mg/dL, "Saya sarankan untuk tetap berbuka, meskipun sudah sedikit lagi waktunya berbuka puasa. Bukan apa-apa, tapi ini masalah nyawa. Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi pasien beberapa menit kemudian, kalau dipaksakan menunggu tapi taruhannya nyawa bagaimana?"
Dr Yunir menambahkan, ia seringkali mendapatkan pasien yang memaksa ingin melanjutkan puasa. Jika kondisinya sudah seperti ini, ia akan memberikan edukasi lanjutan pada pasien. Ia ingin mengingatkan pasien bahwa dokter melakukan tindakan seperti ini untuk kelangsungan hidup pasien.
DOWNLOAD VIDEO


Tidak ada komentar:
Posting Komentar