Salah satu jenis penyakit kelamin yang sering dialami kaum perempuan adalah kutil kelamin.
Kutil kelamin, seperti dijelaskan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi Laila Nuranna,merupakan benjolan-benjolan yang tumbuh pada alat kelamin manusia.
Bentuk dan ukurannya bervariasi. Kadang berkembang dalam bentuk kelompok sehingga mirip kembang kol.
Pada perempuan, kutil kelamin tumbuh pada area vulva dan serviks, serta di daerah sekitar anus. "Agar tidak membesar dan berkembang biak, kutil harus segera diobati secepat mungkin. Kalau tidak diobati, bisa menyebabkan kanker leher rahim atau kanker serviks," ujar Laila dalam talk show kesehatan di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (9/3).
Laila menambahkan kutil kelamin disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6 dan 11, sementara kanker serviks disebabkan HPV tipe 16 dan 18. Sekitar 99 persen penderita kanker serviks disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. "Sampai sekarang, keberadaan virus ini masih menjadi bahan pembicaraan di tingkat internasional. Pasalnya, setiap satu jam, seorang perempuan meninggal dunia karena kanker serviks," terang dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Penyakit Menular
Tidak hanya menyerang alat vital, HPV bisa menyerang organ tubuh lain, termasuk kulit. Itulah yang dialami si manusia pohon (Dede Koswara, warga Bandung, Jawa Barat) yang seluruh tubuhnya ditumbuhi kutil yang disebabkan oleh HPV. "Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi seandainya alat kesayangan kita dipenuh kutil. Tentu menimbulkan masalah, bahkan bisa mengancam kelangsungan hidup kita. Kutil kelamin bisa terjadi pada perempuan dan pria, sementara kanker serviks hanya terjadi pada perempuan berusia 20 tahun ke atas," terang Laila.
Untuk berubah menjadi kanker, proses perjalanan kutil kelamin atau kebaradaan HPV dalam tubuh cukup panjang, yakni memakan waktu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun, pada tahap awal, kanker serviks sulit dideteksi. Oleh sebab itu, para perempuan disarankan, dua tahun sekali, melakukan tes kesehatan di bagian area khususnya.
Secara medis, banyak faktor penyebab kanker serviks, di antaranya kurang memperhatikan kebersihan. Misalnya, sering buang air di WC umum yang tidak bersih yang sudah terkena HPV. HPV dapat berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa melalui sentuhan kulit. Selain kurang memperhatikan kebersihan, faktor penyebab kanker serviks adalah suka gonta-ganti pasangan.
Laila menjelaskan kebiasaan buruk lainnya adalah suka berhubungan intim dengan pria lain. Tidak hanya itu, perempuan yang menikah di bawah usia 20 tahun pun rentan terhadap penyakit ini. "Kondisi-kondisi seperti ini harus diketahui oleh orang tua. Jangan menikahkan anak di usia muda. Nikahkan anak pada usia yang tepat, minimal di usia 25 tahun ke atas. Secara fi sik dan mental mereka telah siap," imbaunya.
Hal lain yang mesti diperhatikan adalah gaya hidup sehat. Jangan mudah terjebak dalam pergaulan, seperti merokok. Tanpa disadari, merokok bisa menyebabkan seorang perempuan menderita kanker serviks.
Sumber: koran Jakarta
DOWNLOAD VIDEO


Tidak ada komentar:
Posting Komentar