Kamis, 04 Juli 2013

Manfaat Seks Bagi Tubuh

Manfaat Seks Bagi Tubuh
Hubungan seks bukan sekadar urusan romantisme dan kebutuhan batin pasangan, namun seks juga bisa menjadi aktivitas fisik yang menyehatkan, baik bagi pria dan wanita. Seks dapat membantu menyembuhkan beberapa masalah kesehatan, seperti inkontinensia, flu, sakit kepala, bahkan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Inilah manfaat seks dalam mengobati beberapa penyakit seperti dilansir Livestrong, Sabtu (6/7/2013):

1. Inkontinensia (tak bisa menahan keinginan buang air kecil)

Hubungan seksual teratur membantu memperkuat dasar panggul, yang mengontrol pelepasan urine. Bagi wanita yang mengalami inkontinensia, seks teratur dapat melenturkan otot-otot sensitif untuk menghindari pipis di celana. Otot-otot panggul kuat sama artinya sistem kemih bekerja dengan lebih baik.

2. Migrain

Rasa sakit dan mual karena migrain dapat mengesampingkan hubungan seksual, tetapi ilmu pengetahuan menunjukkan seks dapat mengurangi rasa sakit tersebut. Menurut sebuah studi tahun 2001 yang diterbitkan dalam Headache, wanita yang melakukan hubungan seksual teratur, keluhan migrainnya dapat berkurang hingga 30 persen. Jika obat-obatan gagal memberikan bantuan, seks sendiri mungkin menyembuhkan.

3. Kulit kering dan kusam

Lupakan krim pemutih atau pelembab lainnya, seks bahkan dapat menyembuhkan kulit kusam. Bercinta secara teratur menyebabkan lebih banyak darah melalui tubuh. Hasilnya, kulit lebih segar, kencang dan bercahaya.

4. Flu

Ingin menyembuhkan flu? Seks bisa menjadi cara paling asyik. Rajin bercinta bekerja dengan meningkatkan immunoglobin A selama hubungan seksual, yakni sebuah antibodi penting yang membantu melawan virus yang menyebabkan flu.

5. Melancarkan siklus haid

Wanita yang berhubungan seks setidaknya sekali seminggu, dapat menuai keuntungan dengan teraturnya siklus menstruasi. Tidak jelas mengapa hal ini terjadi, namun studi menunjukkan wanita yang rutin bercinta lebih sedikit mengalami ketidakteraturan haid.



                                                             DOWNLOAD VIDEO

Selasa, 02 Juli 2013

Penderita Diabetes Diperbolehkan Tidak Berpuasa Jika

diabetes
Berikut ini adalah paparan dari dr Em Yunir  SpPD, KEMD, spesialis penyakit dalam, yang diungkapkan dalam acara  'Kelola Diabetes Anda Secara Tepat Selama Berpuasa!', yang diadakan di ruang Candi Kalasan, Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Ada beberapa hal yang sebaiknya seorang penderita diabetes menyegerakan berbuka puasa:

"Dalam kondisi tertentu jika si pasien memaksakan kehendak untuk tetap melanjutkan puasa, bukan tidak mungkin akan mempertaruhkan nyawanya," dr Em Yunir menjelaskan.

Saat menjalankan ibadah puasa, seorang penyandang diabetes harus rutin melakukan cek kadar gula darah untuk mengetahui apakah kondisi tubuhnya masih memungkinkan untuk melanjutkan berpuasa hingga maghrib atau tidak.

"Jika setelah melakukan cek gula darah kemudian diketahui gula darahnya berada di bawah 70 mg/dL, maka pasti ia akan merasa lemas, berkunang-kunang, dan keringat dingin. Dalam kondisi ini ia harus segera berbuka puasa. Jika tetap memaksa melanjutkan, bukan tidak mungkin bisa membahayakan nyawanya."

Begitu juga sebaliknya, jika kondisi gula darahnya sudah meningkat, yaitu berada di atas 300 mg/dL, maka pasien juga harus segera berbuka puasa. Jika setengah jam menjelang berbuka puasa gula darahnya berada di bawah 70 mg/dL atau di atas 300 mg/dL, "Saya sarankan untuk tetap berbuka, meskipun sudah sedikit lagi waktunya berbuka puasa. Bukan apa-apa, tapi ini masalah nyawa. Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi pasien beberapa menit kemudian, kalau dipaksakan menunggu tapi taruhannya nyawa bagaimana?" 

Dr Yunir menambahkan, ia seringkali mendapatkan pasien yang memaksa ingin melanjutkan puasa. Jika kondisinya sudah seperti ini, ia akan memberikan edukasi lanjutan pada pasien. Ia ingin mengingatkan pasien bahwa dokter melakukan tindakan seperti ini untuk kelangsungan hidup pasien.


                                                             DOWNLOAD VIDEO

Tips Berdandan Ketika Kulit Berjerawat

make up
Make up memang menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya jerawat. Meski begitu bukan berarti Anda tidak bisa lagi menggunakan kosmetik. Dengan memilih produk kosmetik yang tepat, maka Anda tetap bisa merias wajah meski jerawatan. Berikut ini tips berdandan ketika kulit berjerawat.

1. Rajin Membersihkan Spons Make-up

Kulit yang berjerawat lebih sensitif terhadap bakteri. Salah satu penyumbang bakteri adalah dari spons dan brush make-up. Untuk menghindari jerawat semakin parah, cucilah aplikator kosmetik minimal satu bulan sekali, jika perlu seminggu sekali.

2. Kandungan Kosmetik

Pilihlah kosmetik yang aman. Tahu dari mana kosmetik tersebut aman bagi kulit berjerawat? Lihat pada labelnya. Jika produk tersebut berlabel 'oil-free' dan 'non-comedogenic' maka kosmetik tersebut cocok untuk kulit jerawat. Label tersebut artinya tidak mengandung minyak dan tidak membuat kulit berkomedo, yang dapat menimbulkan jerawat.

3. Memilih Pelembab

Selain memilih pelembab dengan label 'oil-free' dan 'noni-comedogenic', Anda juga perlu memilih teksturnya. Pelembab berbentuk lotion biasanya lebih cocok untuk kulit berminyak dibandingkan krim. Pelembab berbahan dasar air seperti gel juga sesuai untuk merawat kulit berminyak. Untuk sunblock, jangan pilih SPF terlalu tinggi. Semakin tinggi kandungan SPF, akan semakin banyak pula minyak yang terkandung. Cukup gunakan krim tabir surya dengan SPF paling tinggi maksimal 30.

4. Mineral Make-up

Mineral make-up aman bagi kulit sensitif, termasuk kulit yang berjerawat. Selain kecil kemungkinannya iritasi, mineral make-up juga tidak menimbulkan komedo.

5. Foundation & Bedak

Pilih foundation bentuk cair dan bedak tabur untuk rias wajah. Hindari bedak two-way cake karena bisa menyumbat pori dan membuat kulit lebih berminyak.

6. Sabun Wajah

Jika kosmetiknya sudah tepat, maka wajah tetap harus rajin dibersihkan. Pilihlah sabun wajah yang tepat. Gunakan sabun yang mengandung surfactant. Kandungan tersebut dapat menghilangkan sebum (minyak alami kulit) yang berlebih. Kandungan lainnya adalah synthetic detergen yang diperkaya dengan komponen minyak sehingga dapat mempertahankan keseimbangan fisiologis dari permukaan kulit.

Itu tadi tips berdandan ketika kulit berjerawat. Selamat mencoba. Untuk tips menghilangkan bekas jerawat, silahkan baca di Tips Menghilangkan Bekas Jerawat


                                                             DOWNLOAD VIDEO